Setia Rini

Just another STAIN Staff Website Sites site

  • Kebanyakan orang hanya khawatir jika menderita diabetes militus, sehingga sering diantara banyak orang takut makan nasi dalam porsi besar dan mengkonsumsi makanan manis lainnya yang notabene mengandung banyak kadar karbohidrat. Dampaknya tubuh mengalami kekurangan pasokan glukosa, sehingga beberapa gejala yang timbul sering identik dengan kondisi tekanan darah yang rendah. Padahal meskipun gejalanya hampir sama dengan penderita tekanan darah rendah, namun ada beberapa perbedaan yaitu kegoyahan, mual, muntah ketidaknyamanan, perut, Palpitasi, Sakit kepala, penilaian gangguan, kecemasan, kemurungan, depresi, menangis, kelelahan, kelemahan, kesulitan berbicara, bicara cadel, stupor, koma, pernapasan abnormal.

    Salah satu sebab terjadinya hipoglikemia yaitu terlalu banyak aktivitas fisik diatas normal sehingga anda sering merasa kelelahan dan keletihan. Jika sudah mulai lapar akan merasa pusing dan lemas.

    Uji Hipoglikemia Jika Anda mengalami gejala-gejala hipoglikemia, kemudian konfirmasikan dengan mengukur tingkat glukosa dalam darah. Jika lebih rendah dari 70 mg / dl itu merupakan indikasi untuk hipoglikemia.

    Solusi untuk bisa terhindar dari hipoglikemia adalah istirahat yang cukup dan konsumsi makanan yang banyak mengandung karbohidrat, minum susu manis, serta jangan sampai terlambat makan, karena pasokan glukosa dalam darah akan dengan mudah berkurang, namun akan segera pulih jika sudah makan.

     

    No Comments
  • Komunikasi InterpersonalSebagai insan yang hidup dalam komunitas yang heterogen baik dari sisi kepribadian dan karakter dengan nuansa komunal diperlukan ketrampilan berkomunikasi secara interpersonal. Ketrampilan komunikasi interpersonal lebih menitikberatkan pada sisi pendekatan ke individu melalui tatap muka dan saling mempengaruhi, mendengarkan, menyampaikan pernyataan, keterbukaan, kepekaan yang merupakan cara paling efektif dalam mengubah sikap, pendapat dan perilaku seseorang dengan efek umpan balik secara langsung. Devito dalam Rakhmat (1988, 171) mengemukakan adanya lima aspek komunikasi interpersonal yang efektif, yaitu :Keterbukaan (Openess), Empati (Empathy), Dukungan (Supportness), Rasa Positif (Positiveness) dan Kesamaan (Equality). Berdasarkan uraian tersebut, dapat mengambil kesimpulan bahwa aspek-aspek komunikasi interpersonal adalah kemampuan untuk mengirim pesan-pesan kepada orang lain secara akrab, dialogis, saling memahami, saling pengertian dengan efek dan umpan balik langsung. Melalui komunikasi ini diharapkan dapat mengubah sikap, pendapat dan perilaku seseorang.


     

     

    No Comments
  • Profil Program Khusus Kelas Internasional 2Profil Program Khusus Kelas Internasional 1

    No Comments
  • Welcome to STAIN Staff Website Sites. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

    1 Comment